Senin, 30 September 2013

Kenapa Sanggar Cantrik Membuat Film?

Siapa sih yang tidak menyukai film? Film merupakan salah satu media hiburan yang sangat menarik bagi siapa saja. Baik muda, tua, laki-laki, perempuan, anak-anak, dewasa semua menyukai menonton film. Hal ini juga diamini oleh Yuanita Puspitasari Program Manajer Sanggar Cantrik Yayasan Sahabat Gloria. Wanita yang akrab disapa Yua ini sedang  memproduseri film terbaru Sanggar Cantrik berjudul GAZEBO.
GAZEBO dan film – film pendek produksi Sanggar Cantrik Yayasan Sahabat Gloria merupakan salah satu jawaban atas keprihatinan Sanggar Cantrik terhadap kurangnya media belajar untuk anak – anak. Menurut Yua, saat ini memang sudah banyak media yang menampilkan sosok anak – anak, dengan segmentasi yang memang untuk anak. Namun banyak konten yang  terkandung di dalamnya kurang sesuai. Sanggar Cantrik mempunyai concern melakukan pendampingan kepada anak melalui media belajar yang memiliki konten dan melibatkan anak-anak sebagai pemeran.

Senin, 23 September 2013

G.A.Z.E.B.O Sanggar Cantrik

Suasana Shooting film GAZEBO
Semakin berkembangnya Sanggar Cantrik maka kebutuhan media pembelajaran ramah anak juga semakin banyak dibutuhkan. Untuk menghadirkan media pembelajaran yang menyenangkan Sanggar Cantrik kembali memproduksi satu lagi film anak. Film yang mengambil lokasi di SD BOPKRI Minggrir Sleman ini mengambil cerita tentang petualangan 5 sekawan di perpustakaan sekolah. Tokoh film yang diperankan oleh 5 siswa-siswi SD BOPKRI Minggir yaitu Yersy, Ronald, Vita, Beta dan Jeni menghadirkan suasana ceria, mendebarkan dan mencekam ditengah petualangan mereka.

Selasa, 30 Juli 2013

Piwulang dari Walang Weling Wulang

Damar, Suluh, dan Azizah adalah teman sekelas. Suluh suka usil mengganggu teman-temannya, terutama teman perempuan. Hal ini menyebabkan Azizah tidak menyukai Suluh. Suatu hari, Suluh kesulitan dalam menghafal suatu ayat Al Qur’an dalam pelajaran Agama Islam. Oleh guru agama, ia disuruh belajar bersama Azizah. Karena itu dengan mengajak Damar, ia berusaha membantu apa yang Azizah kerjakan. Kebetulan Azizah sering berburu belalang untuk dijual. Hasilnya ia tabung untuk membeli sepeda. Akhirnya mereka bertiga membantu Azizah mencari

Jumat, 05 Juli 2013

Sekilas Sapaan “Say Hello to Yellow”


Risma adalah anak baru di desa, anak ibu bidan yang baru pindah dari kota. Di sekolah barunya, ia berkenalan dengan Kurniati dan Ranto. Risma sangat menyukai warna kuning, sementara Kurniati menyukai warna pink yang disebutnya jambon. Risma berlogat kota dan kemana-mana membawa handphone serta suka berlagak menelepon, sehingga komunikasi antara Risma dengan kawan-kawan barunya kurang berjalan baik. Perbedaan Risma dengan teman-teman barunya semakin kentara ketika ia enggan bermain bersama Ranto dan Boni.

Selasa, 02 Juli 2013

Pemutaran Film Anak di Pontianak

Nonton Bareng Film “Boncengan” di SD N 05 Pontianak
Berbagai kegiatan dilakukan dalam serangkaian roadshow Pontianak, salah satunya adalah pemutaran Film anak.

Selasa, 04 Juni 2013

Boncengan : Ini, Baru Film Anak!

Setelah Film “Cheng-Cheng Po”, “Walang Weling Wulang” dan “Say Hello To Yellow”, Yayasan Sahabat Gloria kembali menelurkan karya dalam sebuah film pendek anak berjudul “Boncengan”. Tanggal 19 Oktober 2012 menjadi momentum pemutaran perdana Film Boncengan yang bertempat di Taman Budaya Surakarta. Antusiasme masyarakat cukup besar dalam pemutaran perdana film ini yang dibuktikan dengan jumlah penonton pemutaran perdana film “Boncengan” yang cukup banyak. Disutradarai oleh Senoaji Julius, film ini mengambil latar tempat di SD BOPKRI Pranti 2 Bantul, Yogyakarta. Dimana pemain-pemain “Boncengan” adalah siswa siswi sekolah tersebut : Amos sebagai Supri, Thisa Purwestri sebagai Yua, Supriatin Tri N. sebagai Amin, Dina Cahyaningrum  sebagai Ndut, dan masih banyak lagi pemain pendukung lainnya.